BEDAH
BUKU TRIYANTO TRIWIKROMO
Oleh
Tri Rahayu/15410232/3D/PBSI
Universitas PGRI
Semarang mengadakan acara Bedah Buku 3 Buku 3 Pembaca 3 Kritikus 1 Pengarang
pada tanggal Rabu 19 Oktober 2016 di Balairung Universitas PGRI Semarang. Acaranya
ini adalah acara tahunan yang diaadakan oleh pihak universitas dalam hal Bulan
Bahasa. Bedah buku ini bertujuan untuk mengapresiasi perjalanan karya sastra
oleh penulis yang bernama Triyanto Triwikromo dalam 30 tahun perjalanannya
menjadi seorang penulis. Acara bedah buku yang diselenggarakan di Balairung
Universitas PGRI Semarang dibawakan oleh
Dr. Harjito M.Hum dan ketiga buku karya Triyanto Triwikromo yang dibedah berjudul
Bersepeda ke neraka, Takziah dan Selir Musim Panas. Ketiga buku tersebut akan
dibedah oleh tiga pembaca dan tiga kritikus antara lain Dr. Nur Hidayah, Bapak Seiyo dan
Bapak Wiwid.
Triyanto Triwikromo
adalah seorang sastrawan Indonesia yang lahir di Salatiga, Jawa tengah pada 15
September 1964 dan saat ini beliau telah berusia 52 tahun. Di Usia yang mencapai
setengah abad lebih ini beliau telah banyak menghasilkan karya sastra yang luar
biasa. Bedah buku dalam acara ini mengulas habis isi buku karangan Triyanto
Triwikromo.
Dulu
sebelum beliau menjadi seperti yang sekarang ini yaitu adalah seorang penyair
terbaik Indonesia versi Majalah Gadis
pada tahun 1989 dan juga sastrawan yang sangat luar biasa,beliau adalah
seorang penulis biasa yang setiap hari dalam hidupnya ia habiskan dalam berkarya
lewat goresan pena diatas kertas. Dulu sebelum karyanya di terbitkan oleh
Harian Kompas setiap waktu subuh tiba beliau selalu datang kerumah pak Prass
dengan membawa karya tulisnya dan membiarkan tulisannya tadi berserakan di
ruang tamu karna beliau ingin pak prass membaca tulisannya dan dapat
mengoreksinya serta berharap tulisannya dapat diterbitkan.
Triyanto Triwikromo adalah sosok penulis yang
tidak pantang menyerah. Dia selalu berusaha menghasilkan karya-karya
terbaiknya. Perjalanan karir Triyano
Triwikromo dalam mengasah kemampuan menulisnya adalah dengan mengibaratkan
dirinya sebagai seorang petinju yang harus berlatih setiap harinya. beliau
dapat menghasilkan karya-karya seperti sekarang ini juga karena membaca. Dengan
membaca maka suatu saat akan tergerak oleh apa yang pernah dibaca.
Bersepeda
ke Neraka adalah fiksi mini Triyanto Triwikromo yang dibebaskan dan
membebaskan,meluapkan,melampiaskan dirinya melipah secara tidak
disangka-sangka,tak pernah
rampung,sulit,rumit,sunyi,sepi,diam,bergerak,berkembang,mengungcup,berisik,tertangkap
lalu lepas dan tak pernah rampung untuk terbedah.-ujar Dr. Nur Hidayah,pembaca dan kritikus.
Cerita
fiksi mini pada buku yang berjudul Takziah terlihat seperti syair-syair mbeling
yang dirindukan. Berisikan hal yang sangat menyenangkan seperti sedang berarung
jeram didalamnya. –ujar Bapak Seiyo,
pembaca dan kritikus.
Selir
musim panas adalah buku yang berisikan tentang lirik-lirik yang perih yang
menggambarkan intrik pada masa sebelumnya dan sesudah Ratu Tzu Hsi berkuasa di
Tiongkok teks-teks ini juga menunjukansisi lain Mao,Tiananmen,Puyi , kegairahan
selir-selir mnghadapi hidup dan kemtian,serta pencarian jati diri kemanusiaan.
Butuh empat buku tebal yang harus dibaca dalam membedah buku ini, itupun tak
terbedah secara habis-habisan karena isinya yang dapat membingungkan si
pembaca. – Ujar Bapak Wiwid,pembaca dan
kritikus.
Menulis
adalah pekerjaan besar yang sangat dicintai beliau dan dengan menulis hasil
karya beliau akan menjadi suatu nilai, entah menulis dalam hal apapun seperti
menulis berita ataupun cerpen. Menurut Trianto Triwikromo penyebab kesulitan
dalam mengutarakan gagasan adalah kebanyakan bahan dan kekurangannya dan juga
kurangnya inspirasi. Dalam menulis karya Triyanto Triwikromo telah menghabiskan
waktu 30 tahun dalam menulis karya. Karya- karya yang dihasilkan oleh Triyanto
Triwikromo adalah hasil serapan atau endapan hasil dari buku-buku karya sastra
besar yang telah dibaca Triyanto Triwikromo dan hasil apa yang telah dibacanya
dituangkan beliau menjadi karya sastra yang sangat luar biasa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar