Minggu, 25 Desember 2016



Peringatan Sumpah Pemuda di Bulan Bahasa

Oleh Tri Rahayu/15410232/3D/PBSI
Acara Puncak dalam memperingati Bulan Bahasa di Universitas PGRI Semarang yang diselenggarakan di Balaiung pada Kamis,27 Oktober 2016 berlangsung sangat apik dan meriah. Bulan bahasa adalah acara tahunan yang diselenggarakan oleh Universitas PGRI Semarang guna memperingati Hari Sumpah Pemuda. Ketika Bulan bahasa diadakan Rektor beserta jajarannya dan seluruh mahasiswa fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni(FPBS) mengenakan pakaian adat nusantara.
Beda dengan perayaan tahun-tahun sebelumnya yang biasanya diadakan kirab budaya menyusuri jalanan Dr. Cipto, Mt.Hariyono, Jalan RA.Kartini hingga kembali ke kampus tercinta. Tahun ini Bulan Bahasa Universitas PGRI Semarang tampil dengan  konsep yang berbeda yaitu dengan mengadakan Lomba Tari Kreasi. Tata panggung yang telah tersuguhkan menampilkan hasil kerja keras mahasiswa fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni (FPBS).
Dalam acara tersebut diadakan lomba pentas seni tari kreasi yang diikuti oleh mahasiswa jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI), Pendidikan Bahasa Inggris(PBI) dan Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah (PBSD). Terdapat 28 nomer undi peseta yang ditampilkan. Lomba ini diikuti oleh mahasiswa mulai dari semester 1 sampai semester atas. Lomba tari kreasi yang ditampilkan sangat beragam. Tari-tari yang di bawakan mulai dari tarian tradisional yang ada di nusatara hingga modern. Lagu yang mengiringipun diambil dari lagu daerah seperti tabuhan tembang jawa, papua,aceh dan sebagainya serta iringan musik modern international top hits dari berbagai negara seperti Amerika,Inggris hingga K-pop atau lagu dari Korea.
Bukan hanya itu saja, menariknya di bulan bahasa pada tahun ini Balairung Universitas PGRI Semarang juga digetarkan oleh suguhan paduan suara mahasiswa dari Universitas PGRI Semarang sambil diiringi pembacaan teks Sumpah Pemuda yang dibacakan oleh beberapa umat pemeluk beragama yang berbeda-beda dan dari suku yang berbeda pula yang ada  di Indonesia. Indonesia adalah negara yang luas, dari hal yang telah disuguhkan kita jadi paham bahwa inilah hasil dari ideologi dan dasar negara kita yaitu Bhineka Tunggal Ika dan 5 bulir dari Pancasila. Sumpah Pemuda adalah tonggak utama dalam sejarah pergerakan kemerdekaan Indonesia.ikrak yang terkandung didalamnya adalah kristalisasi untuk semangat  guna menegakkan cita-cita bangsa. Berikut adalah bunyi dari Sumpah Pemuda.
Pertama:
Kami poetra dan poetri Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah air Indonesia.
Kedoea:
Kami petra dan poetri Indonesia mengakoe berbagsa jang satoe bahasa Indonesia.
Ketiga:
Kami poetra dan poetri Indonesia mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia.

Dari ketiga bunyi sumpah pemudia berikut, dalam bulan bahasa ketiganya sama dijadikan point penting yang harus dikandung dalam Bulan Bahasa.
Terlepas dari suguhan yang sangat apik dan menggetarkan hati tadi, tak lama kemudia balairung juga guncangkan oleh penampilan-penampilan dari peserta lomba. Disana kita bisa melihat suguhan tari kreasi modern yang indah. Menurut saya suguhan yang paling memukau adalah penampilan dari peserta mahasiswa Pendidikan Bahasa Sastra Daerah(PBSD) mereka menampilkan tidak hanya menampilkan sebuah tarian, namun juga kesenian jawa yaitu Reog. Sungguh penampilan yang sangat bagus. Dan memang benar, mereka pun meraih juara satu dalam lomba tersebut. Acara Bulan Bahasa tahun ini ditutup dengan flash mop yaang diikuti oleh dosen dan mahasiswa yang beramai-ramai menutup acara Bulan Bahasa dengan cara bergoyang bersama-sama. Acara yang sangat meriah dan luar biasa, semoga dalam kedepannya Universitas PGRI Semarang megkonsepkan acara dengan lebih baik lagi di tahun-tahun selanjutnya.
Acara dalam hal memperingati Hari Sumpah Pemuda tidak hanya itu, pada hari Jumat tanggal 28 oktober 2016 tepat pada peringatan Hari Sumpah Pemuda diadakan acara di Gedung utama bagian tengah parkiran depan Dekanat. Acara ini diadakan oleh Unit Kegiatan Masiswa(UKM) teater GEMA. Dengan mengusing konsep sumpah pemuda pada pagi harinya mahasiswa berbondong-bondong menyampaikan orasi budaya dan pada acara puncak pada malam harinya tiap-tiap UKM di Universitas PGRI menampilkan perwakilan seperti pembacaan teks pidato da puisi. Acara yang terselenggarakan cukup menggetarkan jiwa karena ketika menyaksikan kita sedikit tahu arti sumpah pemuda yang sesungguhnya yaitu dengan menjadi pemuda yang berguna bagi bangsa dan menjunjung tinggi negara Indonesia tak lupa pula sikap mencintai tanah air karena pada dasarnya kita semua adalah calon-calon pemimpin negeri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar