Peringatan Sumpah Pemuda di Bulan
Bahasa
Oleh
Tri Rahayu/15410232/3D/PBSI
Acara Puncak dalam
memperingati Bulan Bahasa di Universitas PGRI Semarang yang diselenggarakan di
Balaiung pada Kamis,27 Oktober 2016 berlangsung sangat apik dan meriah. Bulan
bahasa adalah acara tahunan yang diselenggarakan oleh Universitas PGRI Semarang
guna memperingati Hari Sumpah Pemuda. Ketika Bulan bahasa diadakan Rektor
beserta jajarannya dan seluruh mahasiswa fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni(FPBS)
mengenakan pakaian adat nusantara.
Beda dengan perayaan
tahun-tahun sebelumnya yang biasanya diadakan kirab budaya menyusuri jalanan
Dr. Cipto, Mt.Hariyono, Jalan RA.Kartini hingga kembali ke kampus tercinta.
Tahun ini Bulan Bahasa Universitas PGRI Semarang tampil dengan konsep yang berbeda yaitu dengan mengadakan
Lomba Tari Kreasi. Tata panggung yang telah tersuguhkan menampilkan hasil kerja
keras mahasiswa fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni (FPBS).
Dalam acara tersebut
diadakan lomba pentas seni tari kreasi yang diikuti oleh mahasiswa jurusan
Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI), Pendidikan Bahasa Inggris(PBI)
dan Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah (PBSD). Terdapat 28 nomer undi peseta
yang ditampilkan. Lomba ini diikuti oleh mahasiswa mulai dari semester 1 sampai
semester atas. Lomba tari kreasi yang ditampilkan sangat beragam. Tari-tari
yang di bawakan mulai dari tarian tradisional yang ada di nusatara hingga
modern. Lagu yang mengiringipun diambil dari lagu daerah seperti tabuhan
tembang jawa, papua,aceh dan sebagainya serta iringan musik modern
international top hits dari berbagai negara seperti Amerika,Inggris hingga
K-pop atau lagu dari Korea.
Bukan hanya itu saja,
menariknya di bulan bahasa pada tahun ini Balairung Universitas PGRI Semarang
juga digetarkan oleh suguhan paduan suara mahasiswa dari Universitas PGRI
Semarang sambil diiringi pembacaan teks Sumpah Pemuda yang dibacakan oleh
beberapa umat pemeluk beragama yang berbeda-beda dan dari suku yang berbeda
pula yang ada di Indonesia. Indonesia
adalah negara yang luas, dari hal yang telah disuguhkan kita jadi paham bahwa
inilah hasil dari ideologi dan dasar negara kita yaitu Bhineka Tunggal Ika dan
5 bulir dari Pancasila. Sumpah Pemuda adalah tonggak utama dalam sejarah
pergerakan kemerdekaan Indonesia.ikrak yang terkandung didalamnya adalah
kristalisasi untuk semangat guna
menegakkan cita-cita bangsa. Berikut adalah bunyi dari Sumpah Pemuda.
Pertama:
Kami poetra dan poetri Indonesia,
mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah air Indonesia.
Kedoea:
Kami petra dan poetri Indonesia mengakoe
berbagsa jang satoe bahasa Indonesia.
Ketiga:
Kami poetra dan poetri Indonesia
mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia.
Dari ketiga bunyi
sumpah pemudia berikut, dalam bulan bahasa ketiganya sama dijadikan point
penting yang harus dikandung dalam Bulan Bahasa.
Terlepas dari suguhan
yang sangat apik dan menggetarkan hati tadi, tak lama kemudia balairung juga
guncangkan oleh penampilan-penampilan dari peserta lomba. Disana kita bisa
melihat suguhan tari kreasi modern yang indah. Menurut saya suguhan yang paling
memukau adalah penampilan dari peserta mahasiswa Pendidikan Bahasa Sastra
Daerah(PBSD) mereka menampilkan tidak hanya menampilkan sebuah tarian, namun
juga kesenian jawa yaitu Reog. Sungguh penampilan yang sangat bagus. Dan memang
benar, mereka pun meraih juara satu dalam lomba tersebut. Acara Bulan Bahasa
tahun ini ditutup dengan flash mop yaang diikuti oleh dosen dan mahasiswa yang
beramai-ramai menutup acara Bulan Bahasa dengan cara bergoyang bersama-sama.
Acara yang sangat meriah dan luar biasa, semoga dalam kedepannya Universitas
PGRI Semarang megkonsepkan acara dengan lebih baik lagi di tahun-tahun
selanjutnya.
Acara dalam hal
memperingati Hari Sumpah Pemuda tidak hanya itu, pada hari Jumat tanggal 28
oktober 2016 tepat pada peringatan Hari Sumpah Pemuda diadakan acara di Gedung
utama bagian tengah parkiran depan Dekanat. Acara ini diadakan oleh Unit
Kegiatan Masiswa(UKM) teater GEMA. Dengan mengusing konsep sumpah pemuda pada
pagi harinya mahasiswa berbondong-bondong menyampaikan orasi budaya dan pada
acara puncak pada malam harinya tiap-tiap UKM di Universitas PGRI menampilkan
perwakilan seperti pembacaan teks pidato da puisi. Acara yang terselenggarakan
cukup menggetarkan jiwa karena ketika menyaksikan kita sedikit tahu arti sumpah
pemuda yang sesungguhnya yaitu dengan menjadi pemuda yang berguna bagi bangsa
dan menjunjung tinggi negara Indonesia tak lupa pula sikap mencintai tanah air
karena pada dasarnya kita semua adalah calon-calon pemimpin negeri.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar