TANGGAPAN
DRAMA JAKA TARUB DAN BALADA SUMARAH
BERDASARKAN ESSAI YANG DITULIS
OLEH TIRANI WIDYA SAPITRY
Oleh Tri Rahayu/15410232/3D/PBSI
Jaka Tarub
Saya sependapat dengan
artikel yang dituliskan oleh Tirani Widya Sapitry bahwa Jaka Tarub adalah
seorang pemuda yang pada zaman dahulu kala sangat mendambakan memiliki istri
seperti seorang bidadari yang cantik jelita. Suatu hari disaat petang menjelang
bulan purnama tiba ada tujuh bidadari yang turun dari kayangan menuju ke sebuah
telaga yang terdapat ditengah hutan yang masih asri, saat itu Jaka Tarub sedang
berburu burung yang bersenjatakan kayu. Melihat sekumpulan bidadari-bidadari
yang sangat cantik tadi Jaka Tarub berniat untuk mengambil salah satu selendang
yang para bidadari tinggalkan di batu besar. Setelah berhasil mencuri sebuah
selendang, Jaka Tarub mengumpat dibalik semak. Tak lama kemudian
bidadari-bidadari tadi memakai selendang mereka karena akan segera kembali ke
khayangan. Ketika semuanya sudah mengenakan selendang masing-masing, ada
seorang bidadari yang tak menemukan selendang miliknya. Bidadari tersebut
bernama Nawang Wulan. Nawang wulan tidak
dapat kembali ke khayangan sehingga ia berada di telaga sendirian dengan hati
yang sangat bersedih. Lalu Nawang Wulan pun mengucapkan janji bila selendang
miliknya diketemukan oleh seorang perempuan maka akan dijadikannya saudara jika
ditemukan oleh laki-laki maka akan dijadikannya suami. Mendengar hal itu Jaka
Tarub pulang kerumah dan mengambilkan baju milik ibunya dan memberikan baju itu
ke Nawang Wulan. Jka Tarub merasa tidak percaya karena dia telah dijadikan
Nawang Wulan suami kemudian mereka pun pulang ke rumah Jaka Tarub. Tak
seorangpun penduduk desa yang mencurigai siapa sebenarnya Nawangwulan. Jaka
Tarub mengakui istrinya itu sebagai gadis yang berasal dari sebuah desa yang
jauh dari kampungnya, Tak lama setelah mereka berumah tangga merekapun
dikaruniani seorang putri yang diberi nama Nawangsih. Suatu pagi Nawang Wulan
berpamitan untuk pergi ke telaga untuk mandi, ia berpesan kepada suaminya untuk
tidak membuka kukusan nasi yang dimasaknya. Jaka Tarub heran kenapa padi di
lumbungnya tak kunjung habis. Ia lupa akan pesan istrinya dan dibukanya kukusan
tadi. Ia sangat kaget karena istrinya hanya memasak seikat padi. Setibanya
nawang wulan dirumah ia sangat marah dan terbongkarlah kebohongan Jaka Tarub,
Nawang wulan juga telah menemukan selendannya lalu ia meninggalkan Jaka Tarub
dan Nawangsi tanpa melupakan kewajibannya sebagai seorang ibu, dan Nawangsih
dapat bertemu dengan Nawang Wulan ketika bulan purnama tiba dengan syarat
menemui sendirian diluar rumah tanpa ditemani Jaka Tarub. Oleh sebab itu Jaka
Tarub selalu berada dan tidur diluar rumah ketika bulan purnama tiba.
BALADA
SUMARAH
Balada Sumarah
menceritakan tentang kisah seseorang yang bernama Sumarah yang dikucilkan
dilingkungan dimana ia tinggal karena bapaknya diduga adalah seorang PKI.
Sampai pada akhirnya ia pun memutuskan untuk pergi ke Arab untuk menjadi TKW
agar ia tak lagi mendengar cemooh an tersebut. Ketika sekolah di bangku SMA
Sumarah adalah lulusan dengan nilai terbaik. Namun sayang, nasib baik dalam
pekerjaan tak berpihak kepadanya. Ia bekerja di Arab sebagai seorang babu yang bernasib
buruk. Ia selalu disiksa oleh majikannya bahkan sampai tak digaji selama
setahun hingga diperkosa oleh majikannya sendiri. Sampai pada akhirnya
kesabarannya pun habis dan dia membunuh majikanya tersebut dan hukum arab pun
terjadi kepadanya. Karena menurut hukum disana adalah nyawa dibalas dengan
nyawa dan pemerintahan Indonesia pun tak membelanya. Lalu pada akhirnya dia pun
dihukum mati oleh pemerintahan negara di Arab..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar